- See more at: http://wan-soe.blogspot.com/2012/11/cara-membuat-read-more-otomatis-untuk.html#sthash.1EwEaWWZ.dpuf

menu

Rabu, 27 Februari 2013

Tentang Kidal


Aku bukan orang yang lebih mengandalkan tangan kiri untuk kegiatan sehari-hariku atau yang sering disebut dengan kidal. aku lebih membiasakan diri menggunakan tangan kanan sebagai sarana menyelesaikan kegiatanku tapi tentunya tangan kiri juga berperan.
Orang yang kidal lebih bisa menggunakan tangan kirinya untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti makan, minum, menulis, dan kegiatan lain yang membutuhkan peran tangan dalam menyelesaikannya. tidak terkecuali dalam bermain gitar.
Aku sempat membaca catatan milik temanku menganai bentuk gitar bagi orang kidal. gitar normal umumnya posisi neck(leher gitar tempat pemain gitar menekan senar) berada di kiri. sedangkan untuk gitar yang dikhususkan bagi orang kidal neck gitar berada di kanan. kalau dilihat sekilas akan menimbulkan pertanyaan mengapa untuk neck gitar bagi orang kidal berada di kanan yang notabene akan membutuhkan banyak peran tangan kanan dari orang kidal itu sendiri karena bentuk-bentuk kord sangat banyak dan rumit apalagi jika bermain solo (memainkan melodi).
Menanggapi hal ini aku punya pendapat walaupun belum tentu benar karena ini adalah hasil penerjemahan ide sekilas yang muncul di otakku.
Orang kidal dan yang tidak kidal memiliki persamaan yaitu sama-sama memiliki kencenderungan otak untuk memaksimalkan kerja bagian tubuh tertentu. jika orang kidal, tangan kiri lebih maksimal. sedangkan bagi orang yang tidak kidal, tangan kanan lebih maksimal.
Dalam bermain gitar tentu kedua tangan berperan semua, saling mengisi sehingga terciptalah permainan yang bagus. namun jika diteliti, menurutku bentuk gitar sudah pas baik yang ditujukan untuk orang kidal maupun bukan. temanku yang mempertanyakan mengapa neck untuk orang kidal justru di kanan sebenarnya hanya perlu mengubah sudut pandangnya saja. Mungkin orang yang pertama menciptakan gitar fokusnya bukan di letak tangan untuk memainkan kord tapi pada tangan untuk mengocok ( nggenjreng) senar gitar yang mampu menghasilkan suara. dengan bentuk gitar yang seperti sekarang, orang kidal maupun yang tidak kidal lebih cepat memanfaatkan kegunaan gitar yaitu menghasil alunan musik. hal ini karena setiap tangan yang bekerja lebih maksimal diletakkan di bagian untuk mengocok gitar bukan di bagian menekan senar.sehingga jika mampu menguasai kocokan untuk ketukan-ketukan tertentu atau mampu menguasai petikan-petikan khas tertentu maka akan dapat menghasilkan musik yang indah. jika neck gitar (tempat menekan senar) diletakkan sama dengan posisi tangan yang lebih maksimal maka belum tentu gitar dapat dimainkan dengan baik karena bagian untuk mengocok senar gitar yang mampu menghasilkan nada-nada indah dilakukan oleh tangan yang kurang maksimal pemanfaatannya. sehingga tujuan si pembuat gitar pertama gagal.
Tapi yang jelas setiap tangan memiliki peran yang saling mengisi kekurangan masing-masing sehingga mampu menghasilkan sesuatu yang enak didengar.

Sungguh indah jika seluruh manusia hidup berdampingan dengan manusia lain yang menggunakan prinsip seperti kerjasama tangan kanan dan tangan kiri :-)

Tulisan ini adalah sarana untuk mengutarakan pendapat bukan untuk memperolok atau merendahkan orang lain. Penulis sangat menghargai etika dalam berinternet, jika ada kata yang salah mohon dimaafkan dan penulis sangat menghagai kritik yang disampaikan dengan etika.. :-)

Senin, 25 Februari 2013

Tentang Musik

Tentang Musik.. 


katanya musik mengandung dampak penyembuhan. aku belum mengerti akan hal itu karena yang aku alami adalah penyesuaian terhadap selera musik dan aku sering mendapat masalah karena perbedaan selera musik. maka dari itu aku saat ini mencoba selektif dengan musik yang aku dengarkan walaupun sedikit was-was jika musik yang aku pilih nantinya membawa masalah bagiku.

sekarang aku mencoba menikmati musik klasik yang katanya juga membawa dampak baik bagi tubuh. aku mencoba menikmati walaupun di awal aku mendengarkan tetap aku merasa aneh karena sudah terbiasa dengan musik pop yang begitu sering diputar baik di TV maupun radio.

sebenarnya aku memiliki beberapa koleksi musik klasik tapi karena filenya berbertuk MIDI dan sedikit yang berasal dari rekaman alat musik asli jadi aku jarang memutarnya. tapi setelah aku membaca buku tentang air karya Dr. Masaru Emoto aku mulai penasaran dengan musik klasik karena di dalam buku karya Dr. Masaru Emoto dijelaskan beberapa karya musisi musik klasik memiliki dampak yang menakjubkan pada air. air merefleksi keindahan musik klasik yang diciptakan oleh musisi semacam Mozart, Beethoven, Chopin, dll dengan membentuk kristal yang indah. sehingga aku berpikir bahwa mendengarkan musik klasik bukan jadi masalah tapi mungkin juga jadi masalah bagi orang lain yang tidak pernah mendengarkan musik yang jarang diputar atau menjadi pilihan banyak orang. di dalam karya Dr. Masaru Emoto juga ditunjukkan bahwa musik yang penuh dengan emosi negatif dengan lirik yang negatif pula misalnya musik heavy metal dengan musik yang keras dengan lirik yang vulgar direfleksikan oleh air dengan tidak membentuk kristal sama sekali bahkan cenderung membentuk sesuatu yang tidak berbentuk. sehingga mulai saat ini aku mencoba untuk mengurangi mendengarkan musik yang memiliki kecenderungan negatif.